Di Kp. Ciloa RT 02 RW 01, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, terdapat sebuah usaha kuliner tradisional yang terus bertahan dan berkembang, yaitu Wajit Putra Tunggal milik Alpi Dwi Putra. Usaha ini menjadi bukti bahwa makanan tradisional Sunda masih memiliki tempat di hati masyarakat dan tetap mampu memberikan peluang ekonomi yang baik.
Usaha Turun-Temurun yang Tetap Dilestarikan
Usaha wajit ini mulai dirintis oleh Alpi pada tahun 2019, sebagai bentuk komitmennya untuk melanjutkan usaha turunan keluarga yang sudah ada sejak lama. Menurutnya, akan sangat disayangkan jika keterampilan membuat wajit—yang sudah menjadi identitas keluarga—tidak diteruskan oleh generasi berikutnya. Dari sinilah lahir merek “Wajit Putra Tunggal”.
Proses Produksi Tradisional dan Teliti
Pembuatan wajit dilakukan dengan proses yang sangat teliti untuk menjaga kualitas rasa yang khas. Dalam satu kali produksi, dibutuhkan waktu tiga hari, yang terdiri dari:
- Pengadukan bahan wajit,
- Perendaman beras ketan,
- Proses pengeringan, yang sangat bergantung pada cuaca.
Meskipun prosesnya panjang, hal tersebut menjadi kunci dari cita rasa wajit Putra Tunggal yang lembut, kenyal, dan legit. Dalam satu kali produksi, Alpi mampu menghasilkan sekitar 20 kg wajit.
Cita Rasa Khas yang Disukai Konsumen
Wajit Putra Tunggal memiliki rasa manis yang pas—tidak terlalu manis, namun tetap memberikan sensasi legit yang khas. Inilah yang membuat konsumennya betah dan selalu kembali memesan. Wajit ini sangat direkomendasikan dinikmati bersama teh atau kopi panas, sehingga semakin terasa kelezatannya.
Ketahanan wajit ini mencapai 2 minggu, sehingga aman untuk dikonsumsi maupun untuk dibawa sebagai oleh-oleh.
Harga & Pemasaran
Harga wajit Putra Tunggal:
- Rp32.000 per kilogram
- Rp14.000 per 500 gram
Pemasaran dilakukan secara sederhana namun efektif, yaitu:
- Melalui pesanan WhatsApp,
- Pembeli yang datang langsung ke lokasi,
- Distribusi ke warung-warung sekitar.
Meski usaha ini dikelola sendiri oleh Alpi, saat permintaan meningkat ia biasanya dibantu oleh keluarga untuk membungkus dan mengaduk wajit.
Tantangan Usaha
Seperti banyak pelaku UMKM pangan tradisional lainnya, Alpi menghadapi beberapa kendala, terutama:
- Cuaca, yang sangat mempengaruhi proses pengeringan wajit. Cuaca buruk dapat memperlambat produksi.
- Ketersediaan dan harga bahan baku, yang kadang sulit didapat dan mengalami kenaikan harga.
Meski demikian, dengan semangat melestarikan usaha keluarga dan mempertahankan kualitas produk, Alpi terus berupaya menjaga keberlanjutan produk wajit Putra Tunggal.
Wajit Putra Tunggal milik Alpi Dwi Putra merupakan salah satu potensi kuliner unggulan di Desa Mekarwangi. Dengan proses pembuatan tradisional yang teliti, cita rasa khas yang digemari, serta semangat pelestarian usaha turun-temurun, wajit ini layak mendapat perhatian lebih sebagai produk lokal berkualitas.
Bagi Anda yang ingin mencoba atau memesan, bisa langsung menghubungi:
WhatsApp: 081321778247