Di Kp. Geunteng RT 01 RW 05, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, terdapat sebuah potensi lokal yang telah bertahan puluhan tahun. Adalah Pa Didin, seorang pengrajin tembakau berusia 70 tahun, yang sejak tahun 1971 hingga kini masih setia menekuni usaha tembakau warisan keluarganya.
Usaha ini pertama kali digeluti Pa Didin sejak masa sekolah dasar. Ketertarikannya muncul karena tembakau merupakan usaha turun-temurun dari ayahnya. Dari kecil, ia sudah terbiasa melihat proses pengolahan tembakau mulai dari memanen, memotong, hingga menjemur sehingga keterampilan tersebut menjadi bagian dari hidupnya.
Hingga saat ini, produksi tembakau dilakukan hampir setiap hari. Pa Didin memproses sekitar 20 sasag tembakau per hari, dengan kualitas yang tetap dijaga. Jenis tembakau yang diolah adalah tembakau jati, salah satu jenis yang terkenal cocok dengan kondisi dataran tinggi pegunungan di Desa Mekarwangi. Kualitas tanaman ini membuat hasil tembakau memiliki karakter aroma dan rasa khas yang banyak diminati.
Dalam prosesnya, Pa Didin sering dibantu oleh sang istri, Ibu Entin, yang bertugas merapikan dan menata tembakau yang sudah dipotong. Kerja sama keduanya mencerminkan usaha keluarga yang penuh ketekunan dan kesabaran.
- Tembakau olahan Pa Didin biasanya dipasarkan kepada para bandar atau pembeli yang langsung datang ke lokasi rumahnya. Harga tembakau bervariatif, tergantung kualitas dan Rp500.000 – Rp700.000 per bungkus, berisi 20 lempeng tembakau.
- Untuk jenis tembakau koroso yang diproses dengan cara dijemur dijual dengan harga sekitar Rp20.000 per kg.
Meskipun harga cukup tinggi karena kualitasnya, proses penjualan masih sangat bergantung pada kedatangan bandar sehingga pemasaran belum optimal.
Dalam menjalankan usahanya, Pa Didin menghadapi beberapa kendala, di antaranya:
- Keterbatasan modal, sehingga tidak dapat menyetok tembakau dalam jumlah besar.
- Pemasaran yang kurang luas, masih mengandalkan sistem penjualan langsung ke bandar.
Kendala ini membuat perkembangan usaha berjalan cukup lambat, meskipun potensi tembakau di wilayah tersebut sangat besar.
Meski berbagai tantangan hadir, Pa Didin memiliki harapan besar agar potensi tembakau di Desa Mekarwangi dapat terus berkembang. Ia berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal pemasaran dan permodalan, sehingga usaha tembakau tradisional ini dapat bertahan dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa.Tembakau warisan keluarganya bukan hanya sekadar usaha, tetapi juga bagian dari identitas budaya lokal yang patut dilestarikan.
Kontak Pa Didin: 0831-3467-6629